Sarapan Susu dan Telur: Fondasi Kognitif untuk Hari Produktif

Pagi hari adalah waktu emas untuk mengisi “bahan bakar otak”. Yodium dari susu dan telur bekerja sinergis dengan protein dan vitamin B12 untuk mendukung produksi mielin—lapisan pelindung saraf yang mempercepat transmisi impuls listrik di otak. Tanpa yodium yang cukup, mielin rusak, menyebabkan respons lambat, sulit mengingat, dan mudah lelah mental.

Susu sapi segar mengandung 50–60 µg yodium per 200 ml gelas. Pilih susu pasteurisasi UHT dalam kemasan tetra pak agar praktis disimpan di kantor. Yogurt plain tanpa gula tambahan juga pilihan tepat—fermentasi laktat justru meningkatkan penyerapan yodium di usus. Tambahkan potongan buah stroberi segar untuk vitamin C yang membantu absorpsi mineral.

Telur, terutama kuningnya, adalah paket lengkap yodium alami. Satu butir telur rebus menyediakan 25 µg yodium, plus kolin yang esensial untuk memori. Rebus telur malam sebelumnya, kupas pagi hari, dan bawa ke kantor sebagai camilan pukul 10. Untuk variasi, buat telur dadar gulung isi bayam rebus—hanya 5 menit persiapan, tapi nutrisi otak terpenuhi hingga siang.

Bagi pekerja shift malam, susu hangat dengan kuning telur mentah (pasteurisasi) sebelum tidur membantu transisi ke fase REM lebih cepat. Studi menunjukkan orang dengan asupan yodium stabil dari susu-telur memiliki skor tes kognitif 12% lebih tinggi daripada kelompok defisit.

Menu praktis sehari:

  • Pagi: Oatmeal susu + telur rebus + pisang.
  • Siang: Sandwich roti gandum isi telur orak-arik dan yogurt sebagai saus.
  • Malam: Sup telur bayam dengan sedikit garam beryodium.

Hindari susu rasa cokelat atau yogurt manis kemasan—gula berlebih justru mengganggu fokus. Pilih produk dari peternakan lokal yang menggunakan pakan ayam kaya yodium. Dengan rutinitas ini, otak tetap tajam dari bangun tidur hingga pulang kantor. 🥛🍳

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *